PortalMadura.com

Viral di Medsos, Santri Diduga Dikeroyok Tiga Orang Seniornya Hingga Semaput dan Gegar Otak Ringan

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 08:58
Viral di Medsos, Santri Diduga Dikeroyok Tiga Orang Seniornya Hingga Semaput dan Gegar Otak Ringan
Loading...

PortalMadura.Com, Sumenep – Status di sebuah akun Media Sosial (Medsos) facebook, atas nama Ainur Rahman, mendadak viral sejak, Selasa (10/10/2017) siang.

Akun itu menyampaikan, bahwa ponakan dari pemilik akun tersebut mendapat dugaan kekerasan dari tiga orang seniornya atas perintah ‘ustadznya’.

Akibatnya, santri jurusan tahfidz itu, mengalami pendarahan di hidung, mata bengkak, memar di bagian wajah dan dada, sehingga mengalami gegar otak ringan.

“Kemana lagi kita titipkan anak-anak kita untuk mendapatkan Ilmu Agama yg aman dan nyaman.. jika di Ponpes Bertaraf Internasional saja masih terjadi penganiayaan oleh Ustadz & Seniornya ??,” demikian mengawali statusnya, lengkap dengan foto korban.

“Andai kami mau. . Kami bisa saja lapor polisi. Tapi kami masih menghormati Nama Besar /Nama baik Ponpes ini. Dan mungkin ini cuma perbuatan oknum,” tulisnya tanpa menyebutkan nama korban dan nama pondok pesantren serta waktu kejadiannya.

Ia pun mempertanyakan letak keadilan di lingkungan pondok pesantren atau tempat ponakannya dititip untuk mendalami ilmu agama.

“Dimanakah keadilan itu wahai Ustadz ???? Ponakan sy disiksa seperti tahanan hanya krn buang air… ditoilet yg tdk seharusnya. @terlalu,” mengakhiri statusnya.

Sontak, warganet merespon prokontra. Hingga, Rabu (11/10/2017) sudah ada 200 lebih komentar dan like.

Bahkan ada yang menduga sudah banyak korban serupa dan memilih berhenti dari pondok.

@Widayanti Rose: Masya Allah, jika ini di pesantren dekat saya.. Insya Allah sudah banyak korbannya. Banyak tetangga saya yang pindah bahkan berhenti sama sekali. Saya juga tidak akan sebut pesantrennya.

@Asy’ari Kafi: Apapun di manapun siapapun kekerasan harus di hentikan ,,,setahu saya sanksi di pondok pesantren bersifat edukatif dan mendidik apalagi santri masih di bawa umur ….dalam hal ini perlu klarifikasi pada pihak pengasuh supaya jelas duduk masalah dan persoalan nya ..

@Dol Roqib: Minta tolong skali lg kpd kwan2 muslim…jaga imej ponpes….cz tdak smuax ponpes bgtu…masak dengan kejadian ini seluruh ponpes menanggungx…tolong hormati kyai2 yg ad d ponpes…lok ad kjadian sperti ini sbaikx dselesaikan kedalam bkan d sosmed….lok sperti ini citra ponpes n pendidikan ISLAM trcoreng…gagara segelintir orang yg melakukan kesalahan.

@Hazmi Latee: Sy kira klo postingn ini tdk menggeneralisir, sdh jls mnunjuk dimna kjadiannya. Jd hemat sy, tdk ada pngaruh kpd yg lain. Kekerasan dlm bntuk apapun dan atas nama apapun dan siapapun pelakunya, hrs dihentikan.

Pemilik akun Ainur Rahman nampaknya tetap pada pendiriannya. Yakni enggan untuk menyebutkan secara detail peristiwa tersebut demi menghormati pesantren di maksud.

“Sekali lagi kami tdk ada niatan menjelek jelekkan ponpes. Untuk itu kami tdk sebut nama ponpes tersebut.. mohon maaf jika sy berlebihan… tapi ponakan sy bukan binatang yg diikat / dipegang kemudian dipukil dadanya.. dipukul matanya. Dipukul tahangnya .. lalu dicekik hingga pingsan.. kemudian jatuh tersungkur kelantai dan terlihat jelas darah segar menetes dr hidung.. (rekaman cctv itu diperlihatkan langsung pd wali santri) jika ini terjadi pd keluarga anda… apa yg akan anda lakukan..,” menanggapi respon netizen yang sudah mendapat like 100 lebih dan komentar 140 lebih, hingga pukul 08.30 WIB, Rabu (11/10/2017).

Saat ini korban menjalani rawat jalan dan masih trauma. (Hartono)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional