Abdul Rahman, 16 Tahun Geluti Profesi Alih Rawat Keris

  • Bagikan
1
Abdul Rahman mengamati pamor pada sebilah keris yang konon pembuatannya di era Kerajaan Majapahit (Foto: Istimewa)

Terbukanya peluang dari segi profit membuat Rahman perlu melakukan upaya restorasi, yaitu memoles dan memperbaiki kondisi keris yang umumnya didapat dalam kondisi kurang terawat atau terdapat kerusakan di bagian tertentu.

Saat keris hasil restorasi termahar, pemahar berasal dari berbagai kota, bahkan lintas pulau. Di antaranya Sidoarjo, Malang, Jogjakarta, Bali, Jakarta, hingga Palembang. Pengiriman terjauh sampai pula ke Kucing, Malaysia. Sedang di empat kota di Madura, Rahman mengaku lebih sering mengirim ketimbang membeli.

Berburu Keris lewat Media Sosial

7
Perbedaan tampilan Tombak Drajit sebelum (kanan) dan sesudah (kiri) direstorasi oleh Abdul Rahman (Foto: Istimewa)

Rahman memanfaatkan jejaring media sosial lewat postingan di Facebook, WhatsApp, serta Instagram dalam berburu keris. Jika lokasinya dekat ia tak segan datang untuk melihat langsung keris yang ditawarkan. Namun jika jauh, Rahman meminta rekaman video kondisi keris.

“Terkadang tampilan keris pada foto berbeda dengan aslinya. Agar tak timbul rasa kecewa, saya meminta rekaman video terlebih dulu untuk memastikan kondisi barang. Setelah itu barulah saya mengajukan penawaran,” ujarnya seraya memperlihatkan kiriman rekaman video dari salah satu penjual keris.

Secara umum, komponen pada keris terbagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah bilah, yang dibuat dan dibentuk dari campuran besi dan baja. Pada bilah terdapat pamor, yaitu gambar atau motif tertentu yang menyatu dengan bilah. Motif pada pamor beragam. Ada motif hewan, bunga, dedaunan, benda, dan sebagainya.

Di ujung …

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.