Abdul Rahman, 16 Tahun Geluti Profesi Alih Rawat Keris

  • Bagikan
1
Abdul Rahman mengamati pamor pada sebilah keris yang konon pembuatannya di era Kerajaan Majapahit (Foto: Istimewa)

Saat calon pemahar datang untuk melihat keris yang ditawarkan, Rahman memilih bersikap realistis. Ia menyerahkan sepenuhnya soal ada atau tidaknya tuah keris pada calon pemahar. Namun dengan satu syarat, keris tidak boleh dibawa pulang. Jika calon pemahar awam soal tuah, biasanya mengajak seseorang yang mampu membaca tuah.

“Saya percaya kalau keris menyimpan tuah. Tapi sampai saat ini saya tak bisa melihat tuah. Lebih baik berkata apa adanya apabila calon pemahar menanyakan tentang tuah,” cetus pria yang beralamat di Jalan Colibri DA-14, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Terbawa Sugesti

5
Pamor orang duduk bersila yang terdapat pada Keris Jalak yang siap dikirim ke Semarang (Foto: Istimewa)

Sejumlah alasan terlontar dari si pemilik keris mengapa benda warisan tersebut sampai harus dijual, berpindah tangan, atau tidak lagi terlihat di rumah. Ada yang menganggapnya tidak berguna, khawatir atau takut akan keberadaannya di rumah, menganggap tuah keris bisa mengganggu atau mendatangkan hal-hal negatif, dan sebagainya. Situasi-situasi yang ditakutkan akan terjadi semisal seretnya rezeki, kurang sukses dalam karir, hingga kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis.

“Ada yang menganggap ini hanyalah sugesti belaka. Namun tak sedikit pula pemilik keris yang meyakini jika situasi-situasi tersebut bisa terjadi di luar perkiraan. Hal inilah yang sering terdengar jika mengupas benda pusaka,” jelas ayah dari dua putra ini.

Selain dijual, ada pula pemilik keris yang memilih untuk menghibahkan saja. Jika jatuhnya pada orang yang tidak punya ketertarikan pada keris mungkin hanya disimpan sebagai pemberian tanpa ada perawatan, dijual dengan harga tidak seberapa, atau bisa juga dihibahkan kembali ke tangan orang ketiga.

Akan tetapi …

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.