PortalMadura.com

Astaga, Perempuan Suriah Melajang dan Lesbian Akibat Perang

  • Sabtu, 25 Juni 2016 | 10:00
Astaga, Perempuan Suriah Melajang dan Lesbian Akibat Perang
ilustrasi

PortalMadura.Com – Perang sipil di Suriah memakan banyak korban, ratusan ribu warga tak berdosa meninggal dunia. Konflik berkepanjangan yang dimulai sejak 2011 itu juga menyebabkan jutaan orang mengungsi untuk mencari hidup yang lebih baik.

Selain itu juga membuat sejumlah kota di negara itu penuh dengan wanita lajang. Menurut Shukran salah satu perempuan yang menjadi penerjemah wartawan disana, perang Suriah telah meninggalkan negaranya tanpa laki-laki dan sangat sulit menemukan pendamping hidup.

“Sulit untuk menemukan seseorang spesial. Semakin sulit karena konflik sektarian membuat orang-orang Suriah kini tidak mau menikah dengan yang berbeda etnis dan agama,” tuturnya.

Shukran menambahkan beberapa wanita Suriah mengakui bahwa mereka menderita karena hidup sendirian. Tak jarang mereka menerima pendamping pria yang usianya jauh lebih tua.

Advertisement
Iklan Murah

“Mereka melajang dan tidak ingin sendirian atau (hidup) tanpa anak, sehingga mereka menerima. Tapi para pria hanya ingin bersenang-senang, bermain seks,” katanya.

Dampak lain dari krisis lelaki di Suriah akibat perang diceritakan Yara. Menurutnya, sekitar 10-20 persen dari teman-teman perempuannya telah menjadi lesbian.

Yara mendengar pengakuan teman-temannya ketika berkumpul di meja makan. Yara menyadari, praktik homosekual adalah tindakan ilegal di Suriah, tapi hampir tidak ada yang dituntut karena negara sedang kacau.”Saya terkejut,” ucap Yara ketika mendengar pengakuan teman-teman perempuannya.

“Ini bukan berarti bahwa saya tidak menerimanya. Itu normal,” imbuh dia. (riaubook.com/choir)

Advertisement
Iklan Murah
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional