PortalMadura.com

Banner Tolak Rencana Eksplorasi Migas PT Husky HCML Muncul di Pulau Giliraja

  • Selasa, 21 Maret 2017 | 21:44
Banner Tolak Rencana Eksplorasi Migas PT Husky HCML Muncul di Pulau Giliraja
Banner penolakan HCML

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejumlah warga yang berada di Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus melakukan aksi penolakan terhadap rencana ekplorasi minyak dan gas (migas) yang akan dilakukan oleh PT Husky Cnooc Madura Limited (HCML) di perairan pulau tersebut.

Penolakan ini bukan yang pertama kalinya dari warga terhadap Perusahaan Migas yang akan melakukan eksplorasi dan eksploitasi di perairan laut sebelah selatan Pulau Giliraja itu.

Kali ini, penolakan warga dilakukan dengan cara yang berbeda yakni dengan memasang banner berisi penolakan dan tuntutan agar PT Husky HCML tidak melakukan eksplorasi dan eksploitasi di perairan laut Pulau Giliraja.

Koordinator Pemuda Giliraja, Sumenep, Salamet Readi mengatakan, pihak PT Husky HCML, hingga kini belum ada kejelasan terkait rencana ekplorasi dan rencana ekploitasi migas di wilayah ini.

“Bagaimanapun juga kami belum mengetahui maksud baik dari PT HCML kepada masyarakat Giliraja. Untuk itu, kami dengan tegas menolak perusahaan itu beroperasi di laut sini,” ujarnya.

Menurut Salamet, dampak terhadap keberadaan pulau di Giliraja sangat berbahaya jika eksploitasi dan ekplorasi itu dilakukan oleh HCML.

“Saya meyakini akan terjadi kerusakan laut jika perusahaan tersebut beroperasi. Kami sudah melakukan kajian bersama kawan-kawan yang memiliki keahlian di bidang Migas. Meski tidak satu dua tahun ini, tapi pulau kami akan terancam kalau HCML ini terus berlanjut,” katanya.

Advertisement
Iklan Murah

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus menjaga pulau dari kerusakan laut yang dilakukan oleh manusia.

“Kami sudah bertahun-tahun menjaga pulau ini tapi gara-gara ada rencana esploitasi migas ini bisa rusak. Maka dari kami dengan tegas utuk menolaknya,” jelasnya.

Sementara, Hamim Tohari selaku head of relation enggan menanggapi maraknya banner bernuansa penolakan terhadap HCML tersebut.

Namun, ia memastikan jika lokasi HCML itu, berkisar 25 km di selatan Pulau Giliraja, Sumenep.

“Kami belum melakukan aktivitas. Saat ini, baru penyusunan Amdal, yang salah satunya dilakukan melalui survei laut,” terangnya.

Hasilnya, sambungnya, akan keluar desain konstruksi. “Baru bisa menentukan, misalnya mau pakek teknologi apa ketika mau beroperasi,” katanya.

Sedangkan untuk kegiatan eksplorasi atau pencarian minyak bumi, baru akan dilakukan pada tahun 2019. “Jika dinilai ekonomis, baru kegiatan eksploitasi dilakukan tahun 2020-an,” ucapnya.

Dijelaskan, bahwa selama proses penyusunan Amdal tersebut sudah melibatkan warga yang berkisar 20 orang, baik dari kepala desa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dan elemen lainnya.

“Artinya, sudah melakukan sosialisasi dan memang banyak masukan dari masyarakat setempat,” pungkasnya.(Hamid/Hartono)

Advertisement
Iklan Murah
Iklan Murah
Iklan Murah
Iklan Murah
Iklan Murah
Iklan Murah
Iklan Murah
Iklan Murah
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional