PortalMadura.com

Jangan Sepelekan, Ini Akibat Jika Anda Jarang Gunakan Tuas Engkol

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 15:00
Jangan Sepelekan, Ini Akibat Jika Anda Jarang Gunakan Tuas Engkol
Ilustrasi
Loading...

PortalMadura.Com – Bagi pengguna motor jenis matic, kebanyakan mereka lebih suka menggunakan electric starter daripada kick starter atau yang biasa disebut tuas engkol dalam menghidupkan kendaraannya. Karena, lebih mudah dan hanya tinggal pencet pakai jempol.

Akibatnya, tuas engkol kini jarang digunakan, bahkan hanya terlihat seperti pajangan motor saja. Padahal, perlengkapan manual ini juga penting digunakan. Pasalnya, hal ini bisa lebih memperpanjang usia pakai aki karena tidak terlalu terbebani.

Selain itu, jika digunakan saat pagi hari atau setelah motor lama tidak dihidupkan, maka dapat membuat oli lebih cepat bersirkulasi. Sebaliknya, jika engkol jarang digunakan maka akan macet atau keras saat disela. Hal ini diakui langsung oleh Kepala Bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) Daya Motor Cibinong, Asep Suherman.

Menurutnya, jika kick starter saatnya tiba untuk digunakan, maka yang terjadi adalah bagian tersebut seret dan tidak mau kembali ke posisi semula.

“Karena kalau motor lain bagian kick starter itu ada yang terlumasi oli. Sedangkan untuk motor matik tidak. Jadi hal itu akan macet,” ungkap Herman.

Herman menyarankan, jika saat melakukan pengecekan khususnya pada bagian v-belt dan roller, maka alangkah baiknya komponen pada bagian sambungan kick starter itu dibersihkan.

“Takutnya ada karat atau kotor. Jadi pas saat akan digunakan jadi macet,” ucap Herman.

Sepeda motor dengan fitur electric starter memang sangat memudahkan para rider saat menghidupkan mesin. Sekali pencet, sepeda motor bisa langsung ngacir.

Namun demikian, Tehnical Training Instructor PT Wahana Makmur Sejati, Mukti Abdul Rachman menyatakan, penggunaan kick starter atau tuas engkol tetap diperlukan untuk mendorong oli agar sirkulasi awal lebih cepat.

“Kalau mesin belum nyala, itu oli di bawah, disarankan diengkol, itu biar olinya bersirkulasi awal, diengkol-engkol baru dipencet. Kalau oli sudah siap, baru di-starter,” ungkap Mukti.

Kendati demikian, kata Mukti, tuas engkol pada dasarnya tidak terlalu penting jika posisi mesin tidur, seperti yang diterapkan pada motor jenis bebek atau skuter matik.

Lain halnya dengan jenis motor sport yang posisinya mesinnya tegak. Oli pada jenis sport biasanya turun dan tidak merata melumasi bagian komponen.

Sebaliknya, untuk mesin bebek atau skuter matik, karena mesin tidur posisi oli masih melumasi atau menempel pada bagian penting mesin.

“Jadi yang punya motor sport kalau didiamkan lama, pasti pas nyalain awal ngempos, susah, misalnya harus dipancing dulu di lubang busi,” pungkasnya. (liputan6.com/Putri)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional