PortalMadura.com

Urgensi Organisasi bagi Kaum Intelektual

  • Sabtu, 20 Agustus 2016 | 07:17
Urgensi Organisasi bagi Kaum Intelektual
Ist. Ubay Nizar Al-Banna

PortalMadura.Com – Selamat Datang Mahasiswa Baru!!!. Mahasiswa! Begitulah masyarakat menyebut seorang “kuliahan” yang bukan lagi “hanya” sebagai siswa, tapi lebih dari itu, dengan imbuhan “maha” didepan kata siswa menjadikannya memiliki makna lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mahasiswa “hanyalah” sebagai seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Lalu pertanyannya adalah, apakah sesederhana itukah makna mahasiswa yang digadang-gadang sebagai kaum intelektual, yang “katanya” akan memimpin negara, bangsa ini kedepan??

Menurut Tadzkia Nurshafira dan Rizky Alif Alvian (2015), secara umum ada dua hal yang diharapkan oleh negara pada pemuda (dalam hal ini mahasiswa). Pertama, pemuda diharapkan untuk memperkuat daya kompetisi negara di ekonomi global. Kedua, pemuda diharapkan menjadi pewaris dari nilai-nilai generasi tua.

Selain itu pula, beberapa kalangan menyebut mahasiswa sebagai seseorang dengan fungsinya sebagai man of analysis, agent of change, dan social control.

Ada pula beberapa pendapat, seperti Edward Shils yang mengatakan bahwa mahasiswa sebagai cendekiawan menjalankan 5 (lima) fungsi, yaitu (1 menciptakan dan menyebarkan kebudayaan tinggi, (2) menyediakan bagan-bagan nasional dan antar bangsa, (3) membina kebudayaan bersama, (4) memengaruhi perubahan sosial, serta (5) memainkan peran politik. Namun, masih menurut Shils, mahasiswa cenderung “hanya” melibatkan tiga fungsi terakhirnya.

Melihat berbagai pendapat yang ada maka mahasiswa sejatinya bukan hanya sekedar seorang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, lebih dari itu mahasiswa benar-benar menjadi harapan tulang punggung bangsa kedepan, juga sebagai “controller” antara kebijakan pemerintah dan realita kondisi sosial kemasyarakatan, ekonomi, kebangsaan, dan lain sebagainya.


loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional