PortalMadura.com

Inilah Dampak Buruk Jika Anda Sering Memarahi Anak

  • Sabtu, 12 November 2016 | 07:00
Inilah Dampak Buruk Jika Anda Sering Memarahi Anak
ilustrasi

PortalMadura.Com – Kadang yang namanya anak-anak, sering membuat orang tua jengkel dengan beberapa tingkahnya. Sehingga membuat orang tua sering memarahi mereka, apalagi jika si anak agak rewel atau agak ‘bandel’.

Sering memarahi anak ternyata berdampak tidak baik bagi perkembangannya. Berikut beberapa alasan mengapa buah hati seharusnya tidak terlalu sering dimarahi.

Sulit Membuka Diri
Jika orang tua sering memarahi sang buah hati, maka akan membuat anak sulit membuka diri. Anak cenderung menutup dirinya sehingga tidak memiliki komunikasi dua arah yang baik dengan orang tuanya.

Mereka juga merasa terpojok dan selalu merasa bersalah. Secara tidak langsung rasa percaya diri si anak hilang dan ketika ia bergaul dengan lingkungan luar rasa tersebut akan terbawa.

Maka dari itu, sebaiknya ciptakan suasana rumah yang menyenangkan, kondusif, dan nayaman, agar anak-anak dapat tampil lebih percaya diri, terbuka, dan aktif.

Menjadi Lebih Tempramen
Anak yang sering dimarahi atau menadapat perlakuan kasar dari orang tuanya membuat mentalnya juga menajdi sosok yang ‘keras’.

Anak akan mudah marah, tersinggung karena mereka seakan dalam keadaan terpojok. Berikan contoh yang baik pada anak tentang kesabaran dan kelembutan.

Tidak Peduli
Sering mendengar kata-kata yang kurang enak didengar dari orang tua, omelan dan semacamnya membuat anak mengalami atau menahan rasa sakit di hatinya.

Hal tersebut secara tidak langsung membuat anak menajdi pribadi yang tidak peduli dengan sekitar. Akan ada sebuah hal yang ada dalam pikirannya “orang tuaku saja tidak sayang dan tidak peduli padaku, apalagi orang lain.”

Tidak hanya itu, sang anak pun juga akan merasa takut jika orang lain juga ikut menyakitinya sehingga mereka lebih memilih untuk sendiri.

Memberontak
Jika orang tua terlalu sering memerahi atau memperlakukan anak dengan keras maka akan berdampak pada tingkah laku si anak. Seolah perbuatan tersebut menjadi cermin baginya untuk melakukan tindakan yang sama.

Saat anak tidak suka dengan apa yang ia hadapi maka ia akan melakukan penolakan keras bisa dengan sikapnya atau perkataannya.

Tentu sebagai orang tua berharap tidak ingin anak-anaknya memiliki sikap di atas, maka sebaiknya orang tua memberikan teladan yang baik bagi mereka.

Ciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang di rumah, hal itu bisa menjadi modal awal dalam pembentukan karakter yang baik bagi anak. (tandapagar.com/choir)

loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional