PortalMadura.com

Mutu Rendah, Anggaran Pendidikan Jangan Hanya Fokus Diperkotaan

  • Rabu, 14 September 2016 | 13:54
Mutu Rendah, Anggaran Pendidikan Jangan Hanya Fokus Diperkotaan
Ist. Yayuk Sri Rahayuningsih Komisi X DPR RI

PortalMadura.Com, Jakarta – Global Education Monitoring (GEM) UNESCO baru-baru ini merilis laporannya yang mengungkap bahwa tahun 2016 kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi kendala di banyak negara, termasuk Indonesia.

Advertisement

Di Indonesia sendiri, UNESCO menyebutkan rendahnya kualitas pendidikan akibat pemerintah hanya terfokus mengejar angka kelulusan saja. Sehingga mutu pendidikannya yang didapat setiap anak tidak setara. Sementara di sisi yang lain, jumlah partisipasi pendidikan dasar hingga menengah kian meningkat mencapai 100 persen.

Padahal anggaran pendidikan sudah 20% APBN, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Pemerintah juga mengucurkan dana pendidikan melalui berbagai instrumen, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), dana transfer daerah, dana desa, dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun kenyataannya dana-dana tersebut mandeg di bank-bank daerah.

Masalah klasik tersebut menurut Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem Yayuk Sri Rahayuningsih karena Kemendikbud tidak bisa melakukan pemerataan anggaran pendidikan. Akibatnya pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pendidikan tidak pernah merata.

“Kemendikbud selain berpikir memperbaiki metode pendidikan, juga yang paling mendasar adalah pembangunan infrastruktur pendidikan yang merata,” katanya saat ditemui di lingkungan DPR, Rabu (14/9/2016).

Menurut Legislator dari dapil Jawa Timur VII ini, fasilitas penunjang pendidikan untuk sekolah-sekolah baik wilayah kota maupun desa, pusat atau daerah, dan Jawa luar-Jawa harus diupayakan seimbang.

“Keberimbangan itu bisa dicapai, ya budget pendidikan kita itu jangan hanya fokus pada wilayah perkotaan,” jelasnya.

Yayuk mengatakan, perbaikan kualitas pendidikan ke depan memang jadi pekerjaan rumah pemerintah. Termasuk dalam hal ini yang mesti diperhatikan adalah mengembangkan sisi kreatifitas pada anak didik dalam proses belajar mengajar.

“Si anak jangan dipatok pada kurikulum yang mengarahkan dia pada pemikiran lulus sekolah harus menjadi PNS, pegawai kantor atau kerja diperusahaan. Itu tidak kreatif, ajarkan juga dia berwiraswasta,” tuturnya.

Yayuk kembali menegaskan, kualitas pendidikan bisa dicapai dengan mendorong pembangunan sarana dan prasarana sekolah khususnya di daerah-daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

“Setiap anak didik harusnya mendapatkan pendidikan yang setara. Jangan ada ketimpangan. Itu kunci menciptakan generasi yang berkualitas,” tegasnya.(rls/har)

Advertisement
loading...
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional