oleh

Matahari Terlihat Terbit dari Utara Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Matahari terlihat seperti terbit dari utara. Situasi ini, terekam kamera PortalMadura.Com, pada Senin (28/6/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Lokasi pengambilan gambar di Jalan Raya Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ke arah Pasar Legung.

Awalnya, saat mengemudikan kendaraan roda empat dari Selatan ke arah Utara (menuju Pasar Legung) terasa silau dengan sinar matahari yang memancar lurus dari depan.

Kamera handphone digunakan untuk mengambil yang terasa aneh dengan sinar matahari tersebut. Biasanya sinar matahari pagi terlihat dari sebelah timur.

Perekaman matahari yang memancarkan sinar dan menembus gumpalan awan putih tipis nan indah ini, terus dilakukan hingga Pasar Legung ke arah Barat.

Keberadaan matahari itu tetap lurus ada di sebelah Utara. Waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB.

Sementara, hal serupa terjadi di Jeneponto Sulawesi Selatan. Melalui sebuah video yang menyebut bahwa matahari terbit dari utara, viral di media sosial Instagram, Twitter dan Facebook, Kamis (17/6/2021).

Pihak BMKG menyebutkan, bahwa fenomena yang terjadi di Janeponto bukanlah sebuah pertanda bencana tertentu. Namun, sudah biasa terjadi setiap tahunnya.

“Bukan (pertanda buruk) ini biasa terjadi setiap tahunnya,” kata Hari Triwibowo selaku Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin Makassar, dilansir kompas.com, Jumat (18/6/2021).

Ia menyebutkan, hal itu terjadi akibat perputaran bumi mengelilingi matahari.

“Itu terjadi akibat perputaran bumi mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya atau dikenal juga dengan gerak semu matahari,” jelasnya.

Hal tersebut menyebabkan pada bulan-bulan tertentu, seperti Maret hingga September seolah-olah posisi matahari terasa lebih berada atau bergeser ke utara. Puncaknya, akan terjadi pada bulan Juni dan Juli.

“Begitu juga sebaliknya nanti pada bulan September-Maret matahari akan seolah-olah bergerak ke selatan,” tandasnya.(*)

Tonton juga : Matahari Terlihat Terbit dari Utara Sumenep, Madura, Jatim

Penulis : Hartono
Editor : Fianolita Purnaningtias

Komentar