oleh

Nyi Eva Merasa Dirugikan Disebut “Sakit” pada Debat Publik Pilkada Sumenep 2020

PortalMadura.Com, Sumenep – Dewi Khalifah [Nyi Eva] merasa dirugikan dengan tulisan salah satu media cetak yang menyebutkan “sakit” pada debat publik pertama Pilkada Sumenep 2020.

Artikel yang terbit Jumat (13/11/2020) berjudul “Two On One Laga Kandidat, Dua Lawan Satu” terdapat tulisan “…Eva diketahui berhalangan hadir lantaran sakit”.

Dewi Khalifah [Nyi Eva] merupakan Calon Wakil Bupati Sumenep nomor urut 1 yang mendampingi Calon Bupati Sumenep, Achmad Fauzi pada Pilbup Sumenep 2020.

“Saya masih masa Idah, bukan karena sakit,” tegas Eva, Rabu (18/11/2020) pada PortalMadura.Com.

Pihaknya akan melakukan komunikasi dengan para pihak untuk meluruskan informasi yang dinilai merugikan tersebut.

Debat publik pertama digelar KPU Sumenep, Selasa (10/11/2020) malam. Calon Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi memang tampil seorang diri.

Debat publik tersebut ditayangkan langsung JTV Surabaya dan live channel YouTube, dari salah satu hotel di Jl. Trunojoyo, Sumenep.

Mengawali debat puklik, Ketua KPU Sumenep, A. Warits menyampaikan alasan ketidak hadiran Calon Wakil Bupati Sumenep nomor urut 1, Dewi Khalifah.

“Kebetulan beliau [Ibu Nyai Dewi Khalifah] tidak bisa hadir langsung karena menjalani [masih] masa Idah,” katanya saat sambutan.

Sementara penyebutan karena alasan kesehatan sempat dilontarkan pemandu debat publik Emil Faizza, saat mempersilakan kedua pasangan calon menempati kursi debat publik.

“… bahwa Calon Wakil Bupati nomor urut satu berhalangan hadir karena alasan kesehatan dan sudah mendapatkan persetujuan dari KPU Kabupaten Sumenep,” kata Emil Faizza.

PortalMadura.Com berusaha menghubungi Emil Faizza, pada Rabu (18/11/2020). Ia mengakui kesalahan dalam pemilihan kata dan meminta maaf.

“Saya mohon maaf. Saya baru sadar saat menonton hasil live di YouTube. Seharusnya, saya meralat langsung pada waktu itu, tapi saya benar-benar tidak menyadari,” kata Emil Faizza.

Ia akhirnya memutuskan untuk menyampaikan permohonan maaf dalam bentuk video yang dikirim ke Redaksi PortalMadura.Com.

Emil Faizza juga berjanji, secara resmi akan mengirimkan surat permohonan maaf ke Pondok Pesantren Aqidah usmuni, asuhan Nyi Hj. Dewi Khalifah.

Berikut narasi permohonan maaf Emil Faizza dalam format video yang dikirim ke Redaksi PortalMadura.Com, pada pukul 16.46 WIB.

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Saya Emil Faizza, saya moderator debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2020 yang disiarkan secara langsung di JTV pada tanggal 10 November 2020 yang lalu.

Di vedio ini, saya ingin menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas kesalahan pemilihan kata yang saya sampaikan pada saat saya menyampaikan alasan dari ketidak hadiran wakil Bupati dari pasangan calon nomor urut 1.

Pada siaran live tersebut, saya menyampaikan bahwa alasan ketidak hadiran dari wakil bupati pasangan nomor urut 1 itu, karena alasan kesehatan.

Padahal, seharusnya pemilihan kata yang benar adalah tidak bisa hadir secara langsung karena menjalani Idah sebagaimana telah disampaikan oleh Ketua KPU kabupaten Sumenep pada saat sambutannya.

Untuk kesalahan tersebut saya menyampaikan permohonan maaf dan semoga tidak mengurangi semangat kita bersama untuk merealisasikan Pilkada yang berkualitas dan bermartabat. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

(*)

Program unggulan Fauzi Eva

Tonton Juga TikTok PortalMaduraTV

 

Penulis : Hartono
Editor : Desy Wulandari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.