Benarkah Wanita Wajib Mandi Setelah Mimpi Basah?

Benarkah Wanita Wajib Mandi Setelah Mimpi Basah
Ilustrasi (Tribunnews.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Banyak orang beranggapan bahwa mimpi basah hanya dialami oleh kaum pria saja. Padahal, sebenarnya seorang wanita pun juga bisa mengalami hal yang sama. Fenomena biologis ini memang lazim terjadi pada manusia.

Dalam ajaran agama Islam, mimpi basah dipandang sebagai pertanda seorang anak sudah pubertas. Baik itu pada anak laki-laki maupun perempuan yang sudah terkena kewajiban menjalankan ibadah utama, yaitu salat dan puasa.

Umumnya orang sudah tahu jika pria mengalami mimpi basah, maka ia diwajibkan mandi besar karena dalam keadaan junub. Apakah kewajiban ini juga berlaku bagi perempuan?. Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan berikut ini:

Para ulama sepakat bahwa kewajiban mandi besar juga berlaku bagi wanita yang mengalami mimpi basah, dan melihat air mani keluar dari kemaluannya. Sebab, ketika dalam keadaan seperti itu, kaum hawa dianggap berjunub.

Syeikh Wahbah Al Zuhaili dalam kitabnya Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu memberikan penjelasan demikian. “Siapa yang melihat dirinya telah mimpi basah, dan ia tidak mengeluarkan air (air mani atau sperma) maka ia tidak wajib mandi besar menurut kesepakatan ulama“.

Baca Juga: Batalkah Puasa Saat Mimpi Basah di Siang Hari? Ini Jawabannya

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Ummu Salamah RA. “Ummu Sulaim datang menemui Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dalam perkara yang haq. Apakah bagi wanita wajib mandi jika ia bermimpi?’.

Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya, jika dia melihat air (air mani atau sperma).” Ummu Salamah lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah seorang perempuan itu bermimpi?’ Beliau menjawab, ‘Ya. Celaka kamu. (Jika tidak) lantas dari mana datangnya kemiripan seorang anak itu?“. (liputan6.com/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.